Perbedaan Kaca Laminated dan Tempered untuk Mobil

Posted on

Ada dua tipe kaca mobil yang terkenal di industri otomotif, yaitu kaca tempered dan laminated. Kedua jenis kaca ini dapat membantu mengurangi risiko cedera saat terjadi kecelakaan. Kaca laminated dan tempered memiliki tingkat perlindungan lebih baik dibandingkan dengan kaca biasa. Tentunya, kedua kaca ini termasuk dalam kategori safety glass. Lalu, apa bedanya?

kaca laminated
car-glass.co.id

Mengenal Kaca Laminated

Laminated glass biasanya digunakan sebagai kaca depan kendaraan. Kaca ini sangat sulit tembus karena kemampuannya dalam menyerap benturan dan menjaga lapisan di dalamnya. Ketika laminated glass pecah, visibilitasnya tidak akan terhalang. Elemen ini terdiri dari dua lembar kaca yang diapit oleh film PVB (Poly Vinyl Butyral) dengan ketealan 0,76 milimeter. Masing-masing lapisan kaca biasanya memiliki ketebalan sekitar 2 milimeter.

Fungsi lapisan PVB adalah untuk mengikat kedua lembar kaca dan menambah kekuatan kaca secara keseluruhan. Ini akhirnya menjadikan laminated glass lebih kokoh dibandingkan kaca biasa. Akan tetapi, penting untuk berhati-hati jika kaca laminated mengalami retakan. Jika hal ini terjadi, segera ganti kaca tersebut dan jangan biarkan kerusakannya semakin parah.

Mengenal Kaca Tempered

Sementara itu, kaca tempered biasanya dipasang di sisi samping dan belakang mobil. Kaca ini cukup kuat bahkan dari pukulan palu. Lalu, untuk membuktikannya, pengguna bisa pukul kaca samping mobil dengan stik baseball. Kaca tersebut tidak akan pecah. Kendati begitu, jika ada keretakan secuil di pinggirnya tentu akan membuatnya cepat pecah dan hancur

Sebagai informasi, ketebalan kaca tempered adalah 5 milimeter. Selain ada keretakan, kaca ini baru bisa pecah jika terkena benturan sebesar 1.500 kg per cm2. Kaca tidak akan pecah selagi tidak ada kerusakan yang lebih dalam dari sepertiga ketebalannya.

Unggul Mana? Kaca Tempered atau Laminated?

Jadi, jika kaca tempered mengalami kerusakan, segera ganti kaca tersebut. Apabila kerusakan dibiarkan, maka getaran dari kendaraan dapat membuat kaca pecah baru tanpa diduga. Ketika kaca tempered pecah, serpihannya akan berukuran kecil, berbeda dengan kaca laminated.

Salah satu kelemahan dari kaca tempered adalah jika benda keras menghantam dengan kecepatan tinggi, maka benda tersebut bisa masuk ke dalam kabin mobil. Tentunya ini sangat membahayakan.

Sebenarnya, kaca tempered merupakan lembaran kaca biasa yang dipanaskan hingga suhu 6.000 derajat Celsius sebelum didinginkan secara mendadak. Menariknya, perubahan suhu tiba-tiba ini tidak akan menyebabkan kaca pecah, tetapi mengubah struktur molekulnya dan membentuk ikatan jauh lebih kuat.

Pengguna dapat menambahkan lapisan kaca film untuk memperkuat kaca tempered di samping. Tentunya hal ini akan membantu mencegah kemungkinan kaca tempered pecah menjadi serpihan. Penting untuk menggunakan kaca film biasa dan bukan yang anti peluru. Mengapa? Karena jika terjadi keadaan darurat, seperti kecelakaan, kaca tersebut masih dapat dipecahkan dengan mudah.

Akun TikTok @formula_motor menjelaskan juga mengenai laminated glass dan tempered glass. Biasanya, kaca depan mobil memang menggunakan jenis laminated glass karena terdapat lapisan tambahan di tengahnya. Jadi, ketika amit-amit pecah, kacanya tidak akan hancur berkeping-keping mengenai pengemudi atau penumpang di depan sehingga cocok unttuk keamanan. Sedangkan kaca samping mobil menggunakan tempered glass. Ketika terkena benda tajam atau tumpul akan hancur berkeping-keping. Meski begitu, saat terjadi insiden kecelakaan sampai mobil terbalik, pengguna bisa langsung memecahkan kaca untuk keluar daripada harus membuka pintu tentunya yang ribet dan butuh effort. Jika pengguna harus memecahkan kaca karena keadaan darurat, maka disarankan untuk memecahkan kaca pintu samping.

Perbedaan antara kaca laminated dan tempered untuk mobil ini sangat terlihat jelas berdasarkan sifat serta kegunaannya. Laminated glass punya banyak sekali inovasi dan memberikan solusi keamanan lebih tinggi pada kendaraan. Sementara kaca tempered membuatnya praktis meski ketika pecah akan menyebabkan risiko cedera tinggi akibat serpihan kacanya. Jadi, sesuaikan penggunaannya berdasarkan kebutuhan karena keduanya sama-sama unggul berkat fiturnya. /ame